2 Tahun Sungai Tercemar, Ratusan Warga Demo Perusahaan

MUBA, MeteorSumatera- Selama ini air sungai di Dusun Talang Petai Desa Ngunang Kecamatan Sanga Desa merupakan sumber penghidupan ratusan Kepala Keluarga (KK) selain sebagai sumber air minum sungai dipergunakan warga untuk mencuci dan mandi.

Namun itu dulu sekarang air sungai tidak lagi jernih malah airnya keruh menimbulkan penyakit kulit bagi warga yang mandi di air tersebut, selain itu sungai tempat memancing ikan, sekarang tidak lagi ikan sudah pergi akibat air sungai sudah tercemar oleh limbah, demikian dikatakan Suandi warga Dusun Sungai Petai.

Menurut Suandi masyarakat sudah kesal dikarenakan pihak perusahaan PT SSL tidak menghargai Kepala Desa (Kades) Ngunang apalagi masyarakat talang yang selama ini berprofesi sebagai penyadap karet didaerah tersebut.

Suandi menjelaskan ratusan warga Sungai Petai dan sekitarnya mendatangi kantor serta memportal dan menyegel 2 unit kantor dan gudang tersebut sebagai bentuk kekesalan warga akibat pihak perusahaan tidak menghargai pimpinan mereka (Kades). Sungai tercemar kami meminta tolong dan mengadu kepada Kades agar memanggil pihak perusahaan namun tidak ada tanggapan, selanjutnya kami meminta agar Kades melayangkan surat namun tidak ada tanggapan perusahaan tidak hadir, tidak hadirnya perusahaan membuat warga geram dan warga memberi waktu 3 hari akhirnya Selasa (6/2) ratusan warga demo ke perusahaan perkebunan tersebut, tegas Suandi. Selanjutnya kami mendatangi Kades dan orang nomor wahid di Desa kami menyarankan agar kami bersabar.

Kepala Desa Ngunang Jonkenedi ketika dikonfirmasikan mengenai hal itu dia membenarkan bahwa ratusan warganya beramai ramai mendatangi perusahaan agar perusahaan bertanggungjawab atas pencemaran sungai mereka.

Sungai sudah dua tahun ini tercemar limbah tidak bisa digunakan seperti dulu jadi masyarakat menuntut pihak perusahaan agar membuat sumur tiap rumah warga namun perusahaan tidak bisa memenuhi tuntutan itu.

Kemudian lanjut Kades, masyarakat minta dikembalikannya hak masyarakat yang di kleim oleh kab Muratara antara lain Desa Batu Kucing dan Desa Patuh selain itu tegas Jonkenedi tidak adanya koordinasi pihak perusahaan terhadap masyarakat dan pemerintah setempat sedangkan dari jaman dulu jelas itu wilayah Muba bukti diantaranya ada Sekolah Negeri Sungai Petai ada Puskesdes ada Masjid yang di bangun oleh Pemerintah Muba, serta objek lelang lebak lebung yang sudah di gusur oleh perusahaan tanpa koordinasi dengan pihak Pemerintah Desa Ngunang.

Selain itu warga juga  menuntut pencemaran sungai untuk makan minum dan mandi di situ antara lain sungai kemayan dan sungai talang petai sudah beberapa kali pemerintah meminta pihak perurahaan untuk mencari penyelesaian tapi tidak ada tanggapan sama sekali makanya masyarakat mendatangi pihak perusahaan minta pertanggung jawaban tapi sampai sekarang pihak perusahaan belum ada itikad baik untuk menghubungi kades baik tertulis maupun lisan. (Adie S)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *