Syahron Nazil Sekda Kabupaten PALI,
Breaking News Pali

Libur Bersama, Pemkab PALI Turuti SE Tiga Menteri

PALI, Meteorsumatera
Sesuai Edaran (SE) Kementrian Agama (Kemenag) dan Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) melakukan perubahan keputusan dengan mengganti Tanggal 22 Mei 2020 dari hari cuti bersama lebaran menjadi hari kerja.

Untuk perubahan ini tentang hari libur nasional dan cuti bersama Tahun 2020. Aturan ini juga diterapkan dan berlaku di pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten PALI, Syahron Nazil, Jumat 22 Mei 2020, untuk diketahui sebelumnya, sesuai keputusan dari tiga kementrian tersebut menyatakan, bahwa tanggal 22, 26 dan 27 Mei 2020 merupakan Cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah.

Namun seiring dengan mempertimbangkan kian bertambahnya kasus positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), sehingga cuti bersama ini dijadikan hari kerja.

“Hari ini kita bekerja seperti biasa. Libur lebaran pun hanya dua hari, yakni Minggu dan Senin tanggal 24 dan 25 Mei 2020,” ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten PALI, Syahron Nazil.

Sedangkan setelah hari raya yakni hari Selasa 26 Mei 2020 seluruh ASN maupun TKS sudah bekerja seperti biasa lagi.

Cuti hari Raya Idul Fitri digeser di akhir tahun, yakni tanggal 28, 29, 30 dan 31 Desember 2020.

Dan untuk libur hari raya Idul Fitri 1441 H, hanya dua hari libur lebaran atau Hari Raya Idul Fitri, “Saya mengimbau masyarakat tetap melaksanakan protokol kesehatan Covid-19, ” himbaunya.

Lanjutnya untuk bersosialisasi dengan sanak keluarga dan tetangga harus memperhatikan standar kesehatannya. Apalagi dengan warga yang dari zona merah.

“Jangan sampai dengan kita bersilaturahmi, virus juga ikut bersilahturahmi.” tambahnya lagi.

Selain itu, pihaknya juga menerapkan larangan mudik bagi warga Bumi Serepat Serasan.

Salat Id juga harus dilakukan dirumah saja dengan sanak keluarga dan tidak digelar di masjid maupun dilapangan.

Pemerintah juga bakal bekerjasama dengan Inspektorat untuk pemberian sanksi dalam mengawasi pegawai bandel yang menambah jatah libur.

“Bagi ASN dan TKS di PALI tidak ada alasan lagi untuk menambah waktu libur. Karena saya rasa kita juga sudah bosan karena sudah lama libur. Selama kerja juga diterapkan pengaturan jam kerja,” tegasnya. (Sendi).

Add Comment

Click here to post a comment