Breaking News Musi Banyuasin

Dua Remaja Tewas Diduga di Bunuh, Ini Kata Kapolres Muba

MUBA, Meteorsumatera – Ditemukannya mayat dua remaja umur belasan tahun ini membuat geger warga Desa Tanjung Kerang Kecamatan Babat Supat (Batsu) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), dua remaja lelaki malang tersebut ditemukan tergeletak kaku di dalam parit di kebun sawit Village III Desa Tanjung Kerang perbatasan Desa Gajah Muda, mereka adalah Raja Putra (18) Bin Irawan warga desa Gajah Muda Kec. Batsu, dan Aldi Apriyansah (15) Bin Suhar warga desa Gajah Muda Kec. Batsu.

Berdasarkan visum sementara, Raja Putra (18) Bin Irawan mengalami luka memar di bagian muka, luka tusuk dada kiri sebanyak 5 lubang, luka tusuk lengan tangan kiri dan kanan, luka tusuk di punggung sebanyak 34 lubang.

Sedangkan Aldi Apriyansah (15) Bin Suhar mengalami luka tusuk dada kiri sebanyak 4 lubang , luka tusuk dada kanan sebanyak 5 lubang.

Pasca ditemukannya dua jenazah itu Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti SE MM langsung menanggapinya dan mengatakan bahwa pihaknya mendapat laporan dari masyarakat terkait ditemukannya dua orang ditemukan telah meninggal dunia, yang mana terdapat luka – luka dibagian tubuhnya korban. Senin (10/06/2019) pukul 09.00 wib lalu.

Setelah mendapat informasi tersebut lanjut Perwira dua melati dipundak ini anggota Polsek Babat Supat langsung ke tempat kejadian perkara (TKP), selanjutnya Kapolsek menguhubungi Kasat Reskrim kemudian Kasat Reskrim bersama anggota Identifikasi langsung ke TKP.

Selanjutnya kata mantan Kapolresta Prabumulih ini pihaknya telah melakukan Olah tempat kejadian perkara (TKP) sudah langsung kita laksanakan begitu mendapatkan laporan, beberapa saksi juga kita mintai keterangan atas peristiwa ini,” jelas Kapolres.

Yang jelas tegas Kapolres Wanita Pertama di Muba ini Kasus ini akan kami selidiki dan dalami apakah kasus pembunuhan atau dibegal. Pihaknya berharap, semua pihak tetap menahan diri agar tidak memperkeruh suasana.

Kapolres pun mengimbau seluruh warga Muba khususnya Babat Supat untuk tetap tenang, tidak panik, dan tidak mudah terprovokasi.

Percayakan penyelesaian kasus ini ke kepolisian. Untuk para tokoh agama, tokoh masyarakat, mohon kiranya ikut menyejukkan situasi dan mengajak masyarakat tetap tenang, rukun, damai”, ujar Kapolres Wanita Pertama di Muba ini. (Acik)

Add Comment

Click here to post a comment